Suatu hari di stasiun UI, sebuah kereta api berhenti sedang menaik dan menurunkan penumpang. Disitu gak sengaja mata gue memandang ke arah pintu gerbong paling depan. gue melihat sebuah sepeda keluar dibawa oleh seseorang lelaki setengah baya.
dalem hati (woww asik juga bawa sepeda naik kereta)
Gak beberapa lama kemudian, gue udah melihat sepeda itu dinaiki dan digowes di jalanan.
sumpah. Waktu itu gue salut banget sama tuh orang.
disaat banyak orang melakukan kredit motor dan mencari ke-instan-an seperti capek jalan jauh buat menjangkau angkutan umum dari rumah, ketepatan waktu yang tidak terjamin karena angkot suka ngetem sembarangan dan lama, belom lagi supir angkotnya berhenti dan ngobrol sama temennya di jalan, ketidaknyamanan angkutan umum karena supir ngebut, copet dan lain sebagainya.
Disini gue melihat sesosok yang justru ingin sehat dengan bersepeda, menghilangkan kemalasan karena jarak menjangkau angkutan umum yang jauh, buruk-buruknya, mengurangi subsidi bbm untuk premium yang (kita tahu) banyak dihabiskan oleh motor (seperti kita tahu, subsidi bbm membuat negara kita membayar demi murahnya harga bbm di dalam negeri, kalau subsidi berkurang kan bisa dialihkan ke tempat lain seperti pendidikan, kesehatan dan sebagainya), mengurangi pemanasan global karena gak pake asap, paling kentut.
Bangga gue masih ada orang yang peduli dengan Indonesia dan dunia.
Gue sangat bangga melihat orang bersepeda ketimbang orang banyak gaya naik motor.
sering gue mikir, coba gue punya sepeda lipet, dan ada bis yg bisa naikin sepeda lipet. pasti tiap hari ngampus gue ikut tuh orang, bawa sepeda, pas sampe di kampus gue pake deh.
Jumat, 30 Juli 2010
Jumat, 23 Juli 2010
Real Man
tiba-tiba keinget sebuah film mafia-mafiaan di TV
Si Bos mafia nanya, "Alessandro, di kepalamu ada luka apa?" (sambil menunjuk muka Alessandro)
Alessandro jawab, "Oh ini, ini luka gara-gara berantem sama preman jalanan."
langsung si bos mafia mengatakan kata-kata bijak, "Hmmhh seorang laki-laki akan belajar dari lukanya."
Seorang Laki-Laki akan belajar dari luka yang didapatnya.
yup, begitulah cuplikan cerita film mafia. Gue bisa menganalogikan dengan cerita lain,
Bejo, seorang anak kecil yang suka sepedaan. Seorang anak kecl biasanya masih belom tahu bahaya, masih belom hati-hati dalam melakukan sesuatu. Suatu hari, karena sepedaan dengan ngebut mencapai 100km/jam (lebay), akhirnya Bejo pun nabrak karena kurang hati-hati. Dia terbang. Dia terlempar hingga masuk kali. Sekujur badannya pun luka-luka. Pulang-pulang bejo dimarahin ibunya, "JOOOOO KAMU NGAPAIN AJA, KOK BISA ITEM SEMUA BAU TAI BADAN KAMU LAGI" Seketika itu, Bejo pun dijewer dan dimarahin. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah badan luka-luka, sepeda penyok, dimarahin dan dijewer ibunya lagi.. (kasian Bejo). Berawal dari situlah, keesokan harinya, Bejo lebih berhati-hati ketika sepedaan. Yah paling cuma 20km/jam aja kecepatannya.
Beginilah seharusnya, ketika orang sudah mendapatkan luka, seperti Bejo yang luka-luka atau bahkan tangan patah (misalnya), dia mengubah dirinya lebih berhati-hati dalam menyikapi sesuatu. Hal ini juga lah yang akhirnya membuat Bejo belajar. Belajar untuk menjadi dewasa dan belajar memiliki pemikiran yang logis dan mengerti akan bahaya.
"SEORANG LAKI-LAKI AKAN BELAJAR DARI LUKA YANG DIDAPATNYA"
Kemudian, (lanjut cerita Bejo) Bejo ketika dirawat mengalami kesakitan yang luar biasa di sekujur badannya. Yang sebelumnya belum pernah dia rasakan. Karena dia sudah merasakannya dimana orang lain belum tentu pernah merasakannya, akan ada peningkatan di dalam diri Bejo. Entah di badannya, atau di tempat lain. Peningkatan yang dialami Bejo inilah yang akhirnya akan membuat dia menjadi lebih kuat. Seseorang, dimana dia merasakan kesakitan lebih dimana sebelumnya belum pernah merasakannya, lama-kelamaan rasa sakit lebih itu akan membuat dia biasa saja. Dan akhirnya dia menjadi lebih kuat daripada orang-orang biasa lainnya.
"SEORANG LAKI-LAKI AKAN MENJADI KUAT DARI KESAKITAN YANG DIALAMINYA"
Si Bos mafia nanya, "Alessandro, di kepalamu ada luka apa?" (sambil menunjuk muka Alessandro)
Alessandro jawab, "Oh ini, ini luka gara-gara berantem sama preman jalanan."
langsung si bos mafia mengatakan kata-kata bijak, "Hmmhh seorang laki-laki akan belajar dari lukanya."
Seorang Laki-Laki akan belajar dari luka yang didapatnya.
yup, begitulah cuplikan cerita film mafia. Gue bisa menganalogikan dengan cerita lain,
Bejo, seorang anak kecil yang suka sepedaan. Seorang anak kecl biasanya masih belom tahu bahaya, masih belom hati-hati dalam melakukan sesuatu. Suatu hari, karena sepedaan dengan ngebut mencapai 100km/jam (lebay), akhirnya Bejo pun nabrak karena kurang hati-hati. Dia terbang. Dia terlempar hingga masuk kali. Sekujur badannya pun luka-luka. Pulang-pulang bejo dimarahin ibunya, "JOOOOO KAMU NGAPAIN AJA, KOK BISA ITEM SEMUA BAU TAI BADAN KAMU LAGI" Seketika itu, Bejo pun dijewer dan dimarahin. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah badan luka-luka, sepeda penyok, dimarahin dan dijewer ibunya lagi.. (kasian Bejo). Berawal dari situlah, keesokan harinya, Bejo lebih berhati-hati ketika sepedaan. Yah paling cuma 20km/jam aja kecepatannya.
Beginilah seharusnya, ketika orang sudah mendapatkan luka, seperti Bejo yang luka-luka atau bahkan tangan patah (misalnya), dia mengubah dirinya lebih berhati-hati dalam menyikapi sesuatu. Hal ini juga lah yang akhirnya membuat Bejo belajar. Belajar untuk menjadi dewasa dan belajar memiliki pemikiran yang logis dan mengerti akan bahaya.
"SEORANG LAKI-LAKI AKAN BELAJAR DARI LUKA YANG DIDAPATNYA"
Kemudian, (lanjut cerita Bejo) Bejo ketika dirawat mengalami kesakitan yang luar biasa di sekujur badannya. Yang sebelumnya belum pernah dia rasakan. Karena dia sudah merasakannya dimana orang lain belum tentu pernah merasakannya, akan ada peningkatan di dalam diri Bejo. Entah di badannya, atau di tempat lain. Peningkatan yang dialami Bejo inilah yang akhirnya akan membuat dia menjadi lebih kuat. Seseorang, dimana dia merasakan kesakitan lebih dimana sebelumnya belum pernah merasakannya, lama-kelamaan rasa sakit lebih itu akan membuat dia biasa saja. Dan akhirnya dia menjadi lebih kuat daripada orang-orang biasa lainnya.
"SEORANG LAKI-LAKI AKAN MENJADI KUAT DARI KESAKITAN YANG DIALAMINYA"
Langganan:
Komentar (Atom)