kim's blog - reality to share

life is simple
why choose difficults way when there are easy way to go

Jumat, 19 November 2010

TKW oh TKW

Yak, untuk ke-puluhan atau mungkin ratusan kalinya ada kabar bahwa TKI tewas di luar negeri. Banyak alasan mengapa mereka tewas dan salah satu yang paling umum adalah disiksa majikan.

PINTAR SEKALI MEDIA MASA, mereka mencari alasan-alasan lain seperti kurang keterampilan dan lainnya lah.

dan melupakan alasan utama dan paling penting.

KARENA TKW HANYALAH PEMBANTU !

lupa ya, bahwa di negara islam, yang namanya pembantu itu sama saja dengan budak (kata dosen saya), mau disiksa kek, diapain kek, sah-sah aja. Namanya juga budak.

STOP PENGIRIMAN PEMBANTU KE LUAR NEGERI
KIRIM ORANG-ORANG TEREDUKASI DAN TERLATIH

Sabtu, 16 Oktober 2010

salah mengeluarkan kata = kerugian besar

Ini adalah sebuah cerita fakta yang saya alami. Seperti waktu-waktu sebelum UTS atau UAS, pasti tempat fotokopian penuh diserbu orang-orang yang mau fotokopi catatan atau bahkan bukunya. Saya tidak punya buku teks berbahasa Indonesia dan buku yang saya pegang sekarang berbahasa Inggris, hufh agak sulit untuk mengerti apalagi pelajaran hafalan, akhirnya saya memfotokopi buku berbahasa Indonesia.

Saya pergi ke perpustakaan lantai bawah di kampus, dimana ada tempat fotokopian yang biasanya sepi dan kualitasnya cukup dibandingkan fotokopian di lobby yang suka salah halamannya, bahkan kadang sudah tebal tapi yang difotokopi lain.

Sudah ada 3 atau 4 orang menunggu. Karena saya baru datang, saya juga menunggu sebentar. Biasanya mas-mas di fotokopian kalo fotokopi banyak minta ditulis di secarik kertas biar inget bagian-bagian mana yang harus difotokopi. Saya pun ingat akan hal itu dan akhirnya menulis "Bab 1--8".

Mas-mas fotokopian ada dua. Yang satu hendak keluar entah kemana, seketika itu saya mengatakan, "mas fotokopi dong, bab 1 - 8."

Tapi mas-mas yang satu ini malah bilang sambil keluar dengan memegang kepala dan rambutnya, "wah gabisa mas, lagi penuh."
Yang bikin saya kesel bukan karena jawabannya yang tidak memuaskan, tetapi sikapnya yang berbicara santai keluar dan seolah-olah menganggap saya tidak penting.

Hmmh satu evaluasi dari mas ini, jangan buat konsumen kecewa. Buat semua konsumen seakan-akan mereka adalah konsumen yang penting. Satu pun konsumen adalah 'uang' atau pemasukan bagi usaha kecil itu. Sayang sekali dia tidak memiliki sikap ramah. Bagaimanapun juga, satu pun konsumen harus dilayani dengan baik karena akan mempengaruhi hubungan jangka panjang usaha itu dan konsumen. Sekali dikecewakan, mungkin konsumen tidak akan kembali lagi sampai kapan pun juga ke tempat itu. Seperti pengalaman saya pada fotokopian di lobby yang suka salah halaman dan bahkan banyak kesalahannya yang membuat saya enggan untuk kembali. Jika konsumen dilayani dengan baik dengan tutur kata yang ramah dan sikap yang ramah, keesokannya konsumen akan kembali lagi dan lagi.

Agak kesal dengan sikap dan cara mas-mas yang pertama berbicara dan cara menguasai konsumen yang kurang baik. Akhirnya saya menunggu sebentar dan berharap jawaban berbeda akan diberi mas-mas kedua.

Mas-mas kedua mendekat karena job order salah satu konsumen sudah selesai. Saya mengatakan lagi, "mas fotokopi dong bab 1 sampai 8". Jawaban mas kedua walaupun mengecewakan juga, tetapi sedikit memberi harapan. "Wah gabisa hari ini mas, ini pada penuh fotokopi semua." Saya juga masih lama membutuhkannya dan akhirnya saya bilang, "kalau besok bisa selesai mas?" Mas-mas kedua pun mengangguk dan menjawab, "bisa."

Fiuuuh, selesai juga.

Memang sebagai seorang akademisi saya bisa toleran dengan kedua mas-mas itu. Mereka hanyalah tenaga terlatih, cuma terlatih untuk mengerjakan order. Tapi mereka melupakan hal yang penting, yaitu konsumen. Konsumen harus dilayani dengan baik pada saat menerima order dan memberi hasil. Karena jika konsumen senang, mereka akan kembali 'dengan membawa uang untuk usaha kecil itu'.

Menerima order :
Inget kesan pertama akan menentukan kelanjutannya. Dalam kasus di atas, apabila frontliner bersikap jutek. Coba pikir bagaimana perasaan pelanggan, kejadian yang ekstrem adalah pelanggan langsung pergi karena tidak puas akan pelayanannya. Pelanggan akan enggan untuk melakukan pembelian ulang akan produk yang dijual di tempat itu.

Yang harus dilakukan adalah membuat pelanggan nyaman, menguasai emosi mereka walaupun hasilnya kurang baik. Misal dalam kasus di atas, bagaimana jika si mas-mas bilang ke pelanggan dengan tersenyum dan bertutur halus dan berkata, "mas, ini fotokopian kami lagi penuh, kalau mas tetep mau fotokopi ini, paling besok baru selesai, gimana mas?" Kalau pelanggan memang butuh secepatnya, mereka akan pergi dan mencari tempat fotokopi lain, tapi dengan keramahan yang telah diberikan mas-mas tadi, kemungkinan mereka untuk kembali pasti tetap ada dan tetap besar. Bandingkan dengan kasus diatas! Sang pelanggan malah jadi enggan untuk kembali.

Contoh lain adalah pada sebuah toko. Seorang pelanggan datang ingin membeli produk X. Kebetulan toko itu tidak menjual barang X. Ada dua pilihan yang bisa dikatakan:

pertama : wah kami gak jual.
jawaban ini akan membuat pelanggan tidak akan kembali lagi karena tahu toko itu tidak menjual barang X.

kedua : wah lagi kosong mas.
strategi ini baik karena memberi harapan kalau toko itu menjual barang walaupun pada kenyataanya tidak. Toko bisa membeli barang X dan kemudian menjualnya. Suatu hari konsumen tadi akan kembali lagi dan menanyakan barang X, dengan hasil yang berbeda karena sekarang barang X tersedia.

Hal penting kedua adalah hasil.
Seorang konsumen akan puas jika hasilnya pun juga baik. Fotokopian yang cepat, tulisannya kelihatan jelas dan tidak buram akan memberi manfaat lebih ke konsumen. Apabila hasil baik, dipastikan konsumen akan kembali membeli produk tersebut.

Itu adalah sedikit gambaran bagaimana salah mengeluarkan kata bisa menyinggung hati konsumen. Semoga bermanfaat untuk produsen.

Selasa, 07 September 2010

you must have identity

29 Agustus 2010

Ada seminar dari pak Adiwarman Karim, seorang ahli syariah. Ceritanya kocak abis, dia cerita IP 2.5. Pernah jadi DJ. Kuliah di dua tempat. Di luar negeri juga kuliah di dua tempat.

Ada sebuah cerita yang pengen gue share

Dia kerja di Amerika dulunya, kemudian Indonesia buat bank Muamalat. Sepertinya pionir bank syariah di Indonesia. Kemudian beliau cerita, karena kuliah di Amerika dan bekerja disana, dia langsung diterima.

Kemudian pak bos bilang, "kamu diterima asal jenggot kamu dipotong yak"

Dengan tegas pak Adi bilang, "Oh sorry, kalo ini tidak bisa. Lebih baik saya tidak jadi kerja disini kalo ini dipotong."

Pak bos bilang, "Okey okey fine, dipendekin aja yah."

Kemudian beliau berkata, kamu itu.. jadi orang harus punya style. just be yourself. kamu harus punya sesuatu yang bisa diidentikkan dengan kamu.

seperti pak Adiwarman yang punya jenggot tebel dan panjang, kalian juga harus punya sesuatu yang mencirikan kalian. Misalnya yang nulis punya jambang.

mana rasa syukurmu

jejaring sosial, entah facebook, twitter, dan lainnya

sering gue liat status:

"arrrgh males kuliah"

"yah besok udah kuliah, males"

"males masuk pagi"

"yah hari ini masuk sampe sore"

"bete di kelas"

"cabut kuliah"

"stress kuliah"

tiba-tiba pas mereka ujian:

"mampus, UTS gue gak ngerti apa-apa"

"ini pelajaran susah banget"

KENAPA??
KENAPA??
KENAPA??

mental akademisi kayak gini kebanyakan.
Inikah calon pemimpin bangsa negeri ini di masa depan?

Dimana rasa syukur mereka
Rasa syukur bisa mengenyam pendidikan tinggi
Rasa syukur, setidaknya mereka kerja dengan gaji yang cukup untuk hidup nantinya

Pernahkah mereka melihat orang dibawah
Yang bahkan untuk masuk SMA aja was-was karena takut biaya mahal
Yang bahkan sudah diterima di sekolah terbaik tapi mesti resign karena tidak memiliki biaya

kawan..
tetap semangat
jangan bermental lemah seperti mereka!
bersyukurlah dengan giat belajar, tekun, tanpa kenal lelah
dan jangan lupa bersyukur kepada Yang Maha Kuasa

Jumat, 03 September 2010

#rofiinmemoriam

masih inget lo panik karena lo masuk lewat snmptn dan tiba-tiba tugas bejibun

masih inget kita ngerjain name tag & goody bag bareng-bareng di asrama UI

masih inget kita makan bareng di asrama

masih inget banget lo bikin cerita cakar manohara dengan tengilnya

masih inget kita ketawa ketiwi sekelompok mentor 9, opportunity cost, karena lo

masih inget waktu OPK lo telat dan lo sms gue, lo takut sekelompok kena gara-gara lo telat

masih inget lo dipanggil komdis dan kena scl (special case lanjutan)dan waktu itu gue dimarahin komdis karena ngeliatin elo dipanggil komdis

masih inget awal-awal masuk, dengan bodohnya kita nyasar berdua di depan gedung b, kampus kita sendiri

masih inget foto lo push-up kena SCL dipajang di batang gedung A, muka lo penuh keringet

masih inget kita berdua pergi ke kantek, kansas berdua aja. udah kayak maho pacaran :p.
masih inget di kantek lo makan makanan aneh, tapi enak dan gue makan sate

masih inget di kansas gue makan sate. lo nanya "lo pencinta sate ya ki"

masih inget lo masuk kelas matek 15 menit sebelum kelas selesai, lo keujanan dan kedinginan. badan lo basah masuk ke kelas. lo sms gue nanya, "masuk apa enggak ya telat gini"

masih inget spot dimana gue sering ketemu sama lo, adalah musola FE (MUFE), entah lo belajar apa ngerjain tugas disitu.

masih inget lo bela-belain dateng penutupan OPK dari rumah karena gue minta lo dateng

masih inget lo nanya gue pelajaran, "ki ajarin gue dong. gue gak ngerti ini"

masih inget kita belajar bareng di perpus

masih inget setiap ketemu lo, lo selalu bilang, "ki ikut MB yuk, nemenin pipit"

kalo gue jemput pacar seabis latian MB, cuma dua orang yang gue cari. Pacar dan lo

masih inget kita malem-malem pulang bareng naik motor sampe lenteng agung

masih inget malem-malem kita ngerjain kuis matek

masih inget lo ngajarin gue main terumpet di bawah jembatan teksas

masih inget lo kelaperan dan gue ngasi kue ke lo.

masih inget lo bilang, "lo emang sahabat gue ki"

masih inget lo sama pipit ngerjain gue pas ulang tahun gue berkomplot sama bang Hendy. Awas ya ntar gue bales hehehe

masih inget suara lo dan suara ketawa lo

masih inget hari pertama semester 3, lo sms gue "gimana kuliah pertama"

masih inget sms terakhir lo ke gue, gue ngajakin lo les AB bareng fuji dan lo bilang, "Asiik gue diajak :-D". Terus lo minta nego harganya

masih inget beling-beling dan logo Yamaha di jalan, dan ternyata itu lo :'(

nama lo, Ahmad Rofi, akan selalu ada di hati gue.

bad thursday

hari kamis, 2-9-2010

Gue ada kelas asistensi AB (akuntansi biaya). Semuanya terasa biasa aja. Gue berangkat agak siangan karena kelas gue dimulai jam 9. Jam 8 gue berangkat..

di perjalanan mendekati kampus di Depok seperti biasa sebelum stasiun pancasila gue selalu ambil jalan ke kanan yang agak sepi dimana belok kiri ngelewatin SMA 38.

di jalan persis dimana jalan terbagi dua tiba-tiba ada kemacetan, 5 menit kemudian keadaan menjadi normal dan kendaraan berjalan seperti biasa.

pas deket stasiun pancasila, gue ngeliat banyak orang berdiri di trotoar jalan. disitu semet macet lagi beberapa saat. padahal gue ngeliat jalan di depan kosong melompong. Dalem hati gue, "ada apa ini? kecelakaan ya?"

beberapa saat kemudian, kendaraan jalan lagi. Gak beberapa lama kemudian gue melihat beberapa pecahan dan beling di jalan. "wah beneran ini ada kecelakaan" dalem hati gue. Terus gue liat merah-merah cairan di jalan dan terakhir gue ngeliat sebuah logo motor Yamaha di jalan.

Gue agak lega sedikit, untung bukan Suzuki (motor cewe gue). Tapi setelah ngelewatin jalan itu entah kenapa jantung ini masih dredegan.

Sampe di kampus, gue masuk kelas. Gak lama belajar gue dapet sms dari pacar kalo temen gue, temen seperjuangan gue di ospek, temen sekelas semester 1 semua kelas kecuali satu, kecelakaan dalam perjalanan ke kampus.

dalem hati, "jangan-jangan tadi di deket stasiun pancasila tadi itu dia", "mudah-mudahan bukan."

jam 11, selesai kelas gue mampir ke batang, stand IMD. Gak lama kemudian pacar nelpon, perasaan gue udah gak enak. Dan seketika itu juga dia bilang bahwa temen gue, Ahmad Rofi telah berpulang ke rahmatullah sehari sebelum hari ulang tahunnya.

Ya allah, 2 hari telah berlalu. Dan ketika melewati jalan itu, gue masih meneteskan air mata. Ya allah aku mohon jadikanlah beliau dalam keadaan syahid.

Selasa, 10 Agustus 2010

Masih adakah orang tua se-Nasionalis ini

Masih inget dalem ingatan gue sampe sekarang waktu awal masuk SMA dan waktu itu gue kelas satu. Sekolah biasanya masih belum belajar dan guru-guru masih perkenalan sambil cerita-cerita tentang dirinya atau sekolah.

Suatu hari guru fisika gue yang bergelar M.Sc., seorang dosen di universitas dan umurnya emang udah veteran bercerita

awal-awal cerita tentang sekolah, lingkungan, fisika, dan kemudian

Guru : "Nak, dulu ayah saya seorang pejuang. Waktu detik-detik menjelang beliau wafat. Beliau berpesan kepada saya"

Ayah : "Anakku, Ayah titip negara ini padamu. Tolong kamu jaga dan kamu rawat baik-baik. Ayah dan banyak orang lainnya yang tak terhitung jumlahnya susah payah merebut negara ini sehingga bisa merdeka. Tolong kamu bangun sehingga bisa menjadi bangsa yang besar."

Masih adakah orang tua se-Nasionalis seperti beliau, disaat seperti sekarang yang justru terjadi brain drain. Orang pintar banyak yang bukannya membangun negara sendiri, walaupun mungkin mereka ingin membangun Indonesia, malah pergi ke luar negeri dan justru membangun negara lain dengan imbalan dan apresiasi.

Disaat carut marut pemerintahan dan politik yang selalu membuat rakyat kesal, banyak orang munafik yang katanya ingin membangun ternyata malah gak ngapa-ngapain. Disaat aturan dan hukum kebanyakan cuma jadi pajangan, tidak ada yang mentaati dan tidak ada yang menegakkan.

Apa yang akan beliau-beliau katakan jika mengetahui pewaris dari negara yang sudah mereka perjuangkan mati-matian.

Yang gue pikir, kalau mereka bangkit dari kubur, mereka akan bilang, "Saya kecewa nak"